Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fdki@uinssc.ac.id
Berita

FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Mengikuti Workshop Dialog Antaragama sebagai Strategi Pendidikan Perdamaian di Perguruan Tinggi, Yang diselenggaran oleh Paramadina Center for Religion and Philosophy (PCRP) dan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)

Bogor  — Paramadina Center for Religion and Philosophy bekerja sama dengan Jemaat Ahmadiyah Indonesia menyelenggarakan program pengembangan dialog antaragama berbasis pendekatan akademik dan dialogis. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 20–21 April 2026, dan menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman lintas iman secara rasional, terbuka, dan berbasis keilmuan.

Program ini dihadiri oleh perwakilan dari empat perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki perhatian terhadap isu pluralisme, toleransi, dan dialog lintas agama. Salah satu delegasi yang turut berpartisipasi berasal dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Dr. Naila Farah, M.Ag selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), serta Ketua dan Sekretaris Program Studi Sosiologi Agama, yaitu Musahwi, M.Sosio dan Nurlaili Khikmawati, M.Ant.

Dalam kesempatan tersebut, Naila Farah menegaskan bahwa dialog antaragama tidak cukup berhenti pada tataran normatif semata. Menurutnya, dialog perlu didukung oleh pendekatan akademik yang kritis dan dialogis agar mampu memberikan dampak nyata. Ia juga menambahkan bahwa partisipasi FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam memperkuat kapasitas keilmuan sekaligus praktik sosial dalam merawat keberagaman dan meningkatkan kohesi sosial di Indonesia.

Lebih lanjut, keterlibatan dalam forum ini juga menegaskan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan dialog antaragama yang inklusif, berbasis keilmuan, serta berdampak nyata bagi penguatan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Sementara itu, Musahwi memandang bahwa program dialog antaragama yang diinisiasi oleh PCRP Universitas Paramadina bersama Jemaat Ahmadiyah Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun pemahaman lintas iman yang rasional dan konstruktif. Ia menekankan bahwa kajian Sosiologi Agama tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga harus aplikatif dalam menciptakan harmoni sosial.

Sejalan dengan itu, Nurlaili Khikmawati berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu melahirkan program kolaboratif berkelanjutan antara perguruan tinggi dan komunitas keagamaan. Menurutnya, dialog antaragama harus berkembang menjadi gerakan intelektual sekaligus gerakan sosial yang memperkuat persatuan bangsa.

Kegiatan ini dirancang sebagai forum akademik-dialogis yang mendorong pertukaran gagasan, pengalaman, serta perspektif antar peserta terkait praktik dialog antaragama di lingkungan kampus maupun masyarakat. Pendekatan yang digunakan tidak hanya menitikberatkan pada aspek normatif keagamaan, tetapi juga analisis kritis berbasis ilmu sosial, filsafat, dan studi agama.

Partisipasi FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi akademik dalam mengembangkan dialog antaragama yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun jejaring kolaboratif antar perguruan tinggi dan lembaga keagamaan guna memperkuat toleransi, pluralisme, dan kohesi sosial di Indonesia.