Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fdki@uinssc.ac.id
Berita

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Gelar Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Digital bagi Dosen dan Tendik Hari Ketiga

Cirebon, 29 Oktober 2025 – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melanjutkan kegiatan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Digital bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan pada Rabu, 29 Oktober 2025. Memasuki hari ketiga, tema pelatihan difokuskan pada “Pemanfaatan AI dalam Produksi Mis-Disinformasi dan Bagaimana Melawannya?” dengan narasumber Aghnia Adzkia dari BBC World Service.

Dalam sesi ini, Aghnia mengupas bagaimana Artificial Intelligence (AI) kini tidak hanya digunakan untuk kepentingan positif seperti pembelajaran dan riset, tetapi juga dimanfaatkan untuk menciptakan konten palsu atau disinformasi digital. Ia mencontohkan beberapa kasus viral seperti video manipulatif tokoh publik dan propaganda digital yang diproduksi oleh kelompok ekstremis menggunakan teknologi AI. Salah satunya adalah video propaganda ISIS yang dibuat sepenuhnya dengan pembawa berita dan visual hasil AI.

Aghnia juga menjelaskan pola distribusi disinformasi di dunia digital. Menurutnya, algoritma media sosial dan sistem iklan berbasis perilaku pengguna membuat penyebaran konten palsu semakin cepat dan terarah. Pengguna internet tanpa sadar menjadi target karena aktivitas daring mereka membentuk pola konsumsi informasi tertentu.

Untuk membantu peserta mengenali konten palsu, Aghnia memperkenalkan berbagai alat pendeteksi AI-generated content seperti Sapling.ai, Quillbot AI Detector, FotoForensics, IsItAI, dan Aivoicedetector. Ia menjelaskan cara mengenali ciri teks, gambar, atau video hasil buatan AI, termasuk teknik Error Level Analysis (ELA) untuk mendeteksi manipulasi gambar.

Selain itu, Aghnia mengingatkan bahwa upaya mendeteksi disinformasi tidak selalu mudah karena adanya perkembangan teknik manipulasi yang cepat, data pelatihan AI yang terbatas, serta kemungkinan kesalahan deteksi (false positives dan negatives).

Sebagai solusi, ia menekankan pentingnya tiga strategi utama, yaitu meningkatkan literasi digital, membangun kolaborasi multidisipliner, dan mendorong transparansi algoritma di platform digital.

Melalui kegiatan ini, FDKI menegaskan komitmennya untuk membekali dosen dan tenaga kependidikan dengan kemampuan memanfaatkan AI secara etis, kritis, dan produktif. Harapannya, pelatihan ini mampu memperkuat peran FDKI dalam menciptakan ekosistem akademik yang tangguh menghadapi disinformasi dan propaganda digital di era kecerdasan buatan.