Jl. Perjuangan Kec. Kesambi, Kota Cirebon (0231) 489926 fdki@uinssc.ac.id
Berita

Rakerpim FDKI 2026, Bahas Kepemimpinan Kolaboratif dan Tata Kelola Adaptif, Strategi Menuju Fakultas Unggul di Era Digital

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dengan tema Kepemimpinan Kolaboratif dan Tata Kelola Adaptif FDKI yang Unggul di Era Digital. Kegiatan ini diawali dengan sambutan Dekan yang menekankan pentingnya penguatan kinerja berbasis e-Kinerja (e-Kin) sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola institusi. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Wakil Dekan II sebagai pembuka rangkaian materi.

Pada sesi materi yang disampaikan oleh Dr. Novri Susan, S. Sos., M.A., Ph.D peserta diajak memahami konsep kepemimpinan kolaboratif yang adaptif. Ia menegaskan bahwa kolaborasi tidak dapat dipaksakan tanpa kesadaran terhadap red flag organisasi, seperti lemahnya visi, dominasi prosedur, serta kondisi goal-less dalam institusi. Menurutnya, kepentingan individu merupakan keinginan subjektif yang harus dikelola dengan dukungan sumber daya material maupun non-material. Jika tidak diatur dengan baik, perbedaan kepentingan dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan dapat memicu konflik organisasi.

Dalam lingkungan kerja, pimpinan dituntut memiliki keterampilan dan mekanisme pengelolaan konflik yang jelas. Salah satu strategi yang disarankan adalah membuat daftar konflik yang sering terjadi, mengidentifikasi pihak terkait, serta melakukan analisis sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ia juga menekankan pentingnya membangun struktur organisasi yang kuat melalui norma yang konsisten, pembagian peran yang jelas, serta signifikasi nilai yang disepakati bersama guna menciptakan transformasi institusi secara berkelanjutan.

Sesi tanya jawab menghadirkan berbagai perspektif dari pimpinan fakultas. Isu konflik antara dosen dan mahasiswa, sensitivitas lintas generasi, hingga fenomena senioritas menjadi pembahasan yang relevan dalam konteks kepemimpinan adaptif. Dr. Novri Susan, S. Sos., M.A., Ph.D menekankan bahwa keluhan harus dipandang sebagai sinyal organisasi, sementara fleksibilitas dalam bertindak menjadi kunci pemecahan masalah.

Memasuki sesi kedua, materi berfokus pada tata kelola transformatif perguruan tinggi dalam menghadapi digital society. Disrupsi digital yang ditandai dengan kecepatan perubahan, ketidakpastian, dan sifat borderless menuntut institusi untuk melakukan rekonstruksi melalui fleksibilitas, jaringan kolaboratif, serta pendekatan inklusif. Diskusi juga menyoroti ekspektasi besar terhadap UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pelopor pengembangan teknologi siber dalam transformasi masyarakat.

Rapim ini menjadi momentum refleksi strategis bagi FDKI untuk memperkuat kepemimpinan kolaboratif, meningkatkan kualitas tata kelola adaptif, serta merumuskan langkah konkret menuju fakultas unggul di era digital.